Pages

Subscribe:

Kamis, 19 Juli 2012

PENDIDIKAN[KU] INGIN KEMANA?


  

sekolah pedalaman
SDN Sumber Salak
Sebuah desa kecil yang sangat jauh dari hiruk pikuk keramaian kota jember dimana perjalanan yang melelahkan untuk sampai ke desa tersebut harus melalui jalan berbatu atau yang sering disebut jalan makadam dengan medan jalan melintasi bukit-bukit, desa sumber salak namanya. Terasa asri jikalau berjumpa dengan desa ini dimana pepohonan hijau masih bisa mendominasi pandangan kita di segala arah, desa yang terletak di kawasan taman nasional meru betiri.
Desa terpencil ini memiliki kisah yang unik dalam menjalani hari-harinya dimana mayoritas kepala keluarga yang tinggal di desa tersebut dihuni oleh keluarga ibu kholik, baik dari ibu kholik sendiri ataupun dari suaminya, walaupun ada beberapa yang di luar dari ikatan keluarga ibu kholik namun hal tersebut masih bisa dihitung jari, sehingga ikatan kekeluargaan yang ada antara satu dengan yang lainnya sangatlah dekat.
Kehidupan sosial disana berjalan normal tanpa ada komplektisitas keinginan yang berlebihan bila dibandingkan dengan warga kota dengan komplektisitas kebutuhannya walaupun secara garis besar hal tersebut hanyalah suatu keinginan nafsu belaka. Pelajaran sederhana adalah suatu pengalaman penting yang didapatkan di desa ini hidup dengan segala keterbatasan secara pemenuhan ekonomi, alam adalah saudara mereka yang bisu yang selalu menyuapi kebutuhan mereka sehari-hari yang diproses melalui perkebunan, jika mereka menginginkan hal yang lebih dari yang ada perjalanan jauh harus mereka tempuh terlebih bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan biaya lebih harus mereka keluarkan untuk melengkapi keinginannya.
sedang belajar
anak-anak SD Sumber Salak yang sedang belajar di luar kelas
Kesederhanaan mereka semakin lengkap dengan adanya penerangan di rumah mereka yang berasal dari jenset, sehingga gelap gulitanya malam dapat dihindari namun sungguh disayangkan pula sebuah titik cahaya harus direnggut di angka 10 karena pada pukul 22.00 kegelapan yang ada di sekitar desa tersebut demi menghemat penggunaan bahan bakar jenset [solar] bahkan kegelapan ini masih terasa hingga adzan subuh terdengar maka sholat subuh di tengah kegelapan adalah suatu hal yang biasabagi mereka.
Namun apakah kegelapan ini juga akan menimpa masa depan mereka yang berproses di bangku pendidikan? di desa tersebut ada satu SDN SUMBER SALAK dimana murid-muridnya berasal dari desa tersebut secara keseluruhan karena tidak mungkin dari desa lain melihat dari lokasi desa ini berjauhan dari desa yang lainnya. Adapun pengelola dari Sekolah Dasar tersebut yang sudah mendapatkan anugerah dari pemerintah berupa sebutan Pegawai Negeri Sipil ini yang dipilih oleh pemerintah yang berasal dari luar desa tersebut.
Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari keputusan pemerintah ini yaitu suatu pembaharuan dimana sebuah pengalaman yang didapatkan dari tempatnya berasal kemudian dibagikan dan riterapkan tentu bisa memberikan dampak yang baik dalam penetuan suatu kebijakan yang baik untuk memberikan terobosan baru untuk memperbaiki mutu pendidikan di Desa Sumber Salak. Mungkin itulah pesan tersirat pemerintah untuk mengutus orang-orang luar yang dianggap mampu membuat suatu pembaharuan terlebih hal tersebut berada di daerah yang tertinggal tentu langkah tersebut menjadi suatu kebijakan yang baik secara teori.
menunggu jam masuk mereka bermain bersama kuda
Secara garis besar tetap kembali kepada personality seseorang dimana jika dia menganggap suatu amanat adalah suatu pesan yang harus disampaikan dan dipertanggungjawabkan sesuai pesan tersebut tentu tidaklah menjadi permasalahan namun hal ini akan menjadi permasalahan yang penting adalah ketika amanat tersebut sudah tidak sesuai dengan apa yang diamanatkan yang memberikan suatu pertanyaan ingin kemankah anak-anak Desa Sumber Salak?.
dia [pengelola sekolah] jarang datang ke sekolah kadang-kadang hanya satu minggu satu kali atau malauh tidak, bahkan kalau sduah musim penghujan dalam satu bulan tidak datang sama sekali, tentunya hal ini berdampak ke murid-murid. Ya memang perjalanan ke sini jauh tapi yang namanya tanggungjawab jadi harus dilaksanakan, kalau terus begitu sama saja makan gaji butaungkap bu kholik.
Sungguh malang mereka yang menuntut ilmu dengan semangat telah menjadi korban tanpa terasa, maka alangkah lebih baiknya pengelola sekolah tersebut berasal dari penduduk setempat yang lebih mngetahui dan mengenal secara psikologis warga dan lingkungan setempat dan juga hal ini menjadi lebih efisien dalam melakukan suatu pengawasan, sedangkan untuk suatu kesetaraan pengajaran akademik bisa dilakukan dengan melakukan training bagi guru-guru dan penyuluhan dari pemerintah.
Tulisan ini merupakan salah satu contoh pendidikan yang ada di indonesia, walaupun dunia pendidikan indonesia semakin berkembang bahkan banyak peminat-peminatnya dan hal tersebut direspon dengan baik oleh pemerintah dimana jumlah PNS yang setiap tahunnya semakin bertambah begitupun nominal gajinya, namun hal tersebut perlu di evaluasi secara bijaksana pertama pendidikan di indonesia.
Dunia pendidikan di Indonesia yang saat ini dapat dikatakan meroket, ternyata perlu dilakukan suatu evaluasi, pertama, mengambil kesempatan dalam kesempitan mungkin istilah ini yang tepat yang ditujukan kepada mereka-mereka yang mengambil keuntungan pribadi dari kesulitan orang lain, dimana seringnya berganti kirikulum yang disarankan oleh pemerintah, tentu ini memberikan suatu dampak yang baik apabila dilihat secara sekilas karena dengan bergantinya kurikulum tentu telah disesuaikan dengan perubahan zaman yang semakin cepat, namun di sisi lain tentu hal ini sangat memberatkan bagi sekolah-sekolah yang berada di pedalaman atau sekolah-sekolah miskin yang ada di pedesaan dimana mereka harus membeli buku-buku baru setiap adanya perubahan terlebih harga-harga buku yang dijual sangat mahal sehingga harus berpikir berulang kali untuk mebeli buku tersebut, ataukah memang hal ini sudah diskenariokan dengan para penerbit buku pelajaran, maka yang timbul adalah penggunaan buku-buku yang lama atau kurikulumnya sudah dapat dikatakan kadarluasa maka dampaknya adalah ketika dilaksanakan ujian semester dimana soal yang mereka terima berasal dari pemerintah daerah padahal sebelumnya telah terjadi perubahan kerikulum sehingga materi soal yang mereka terima berbeda dengan apa yang mereka pelajari sehari-hari apalagi ketika Ujian Akhir Nasional (UAN), tapi untunglah sekarang nilai UAN tidak terlalu memberikan pengaruh besar terhadap kelulusan siswa.
Guru bukanlah profesi melainkan sebagai pengabdian, itulah ungkapan guruku Abdul Malik. Walaupun dikethui bahwa guru juga manusia yang memiliki kebutuhan yang kompleks untuk melengkapi kehidupannya namun perlu disadari pula bahwa yang salah adalah menjadikan guru adalah suatu profesi sebagai lahan mengeruk keuntungan untuk menambah kekayaan, sebagai contohnya adalah pemanfaatan uang siswa yang harus membeli fotokopi soal ulangan harian dengan harga berlipat ganda yang seharusnya harganya berkisar 100-200 rupiah bisa menjadi 1000, 2000 bahkan ada yang sampai 5000 yang tentunya semakin mencekik yang mereka ajari, memberikan segala atribut yang tidak terlalu mempengaruhi kegiatan belajar mengajar dimana dia sendiri yang menjual tentulah hal ini kan memberikan keuntungan di salah satu pihak dengan alasan yang tidak logis. Kemudian dengan banyaknya peminat untuk menjadi seorang guru dimana setiap berbincang dengan mereka yang menempuh keguruan dimana tujuan yang mereka tuju adalah setelah lulus mereka dapat mengajar lalu menjadi PNS dengan membincangkan gaji PNS yang semakin besar terlebih setelah pensiun dia mendapatkan  tunjangan.
Selanjutnya adalah sekolah-sekolah yang berada di daerah pedalaman yang seharusnya mereka disupport secara lebih dengan alasan memberantas kebodohan yang ada di pelosok yang dari gelap menjadi setitik penerang, justru hal tersebut berkebalikan dimana sekolah-sekolah besar yang berada di kota yang membuat sebuah lampu menjadi sedikit lebih terang mendapatkan support yang tinggi dari pemerintah padahal secara independen mereka mampu membiayai keseluruhannya. Ungkapan bangga untuk guru-guru yang aku anggap adalah guru yang sesungguhnya yang membela anak-anak yang berada jauh dari keramaian kota atas kebijakan penyetaraan Ujian Akhir Nasional.
Semoga pendidikan di Indonesia dibawa ke arah yang yang lebih baik dengan meningkatnya kesadaran pentingnya pendidikan bagi seluruh warga Indonesia baik yang berada di pedalaman dan di kota, dengan perkembangan yang diikuti kualitas yang setara dengan apa yang telah dikorbankan.