TONG
KOSONG NYARING BUNYINYA, BOTOL KOSONG BUKAN TAK ADA HARGANYA.
(UNEJ DAN BOTOL KOSONG)
(UNEJ DAN BOTOL KOSONG)
![]() |
foto ini diambil dari google |
Kehadiran Universitas Tawang Alun
diyakini memberikan dampak positif bagi masyarakat Jember khususnya dalam
bidang pendidikan, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas sumber daya
manusianya, sehingga mendapatkan sambutan baik dari masyarakat bahkan dari
orang nomor satu di Jember pada saat itu yaitu Bupati R. Soedjarwo (1957).
Pemerintah
daerahpun memberikan bantuan berupa bangunan infrastruktur (sekarang menjadi
Gedung 1 dari Fakultas Keguruan dan Pendidikan yang beralamatkan di Jalan
Mochammad Sroedji no 120) yang dijadikan sebagai penunjang kegiatan belajar dan
mengajar universitas. Pada tanggal 26 Januari 1959 Bupati Soedjarwo diangkat
menjadi kepala Jajasan Universitas Tawang Alun.
![]() |
foto ini diambil dari kaleidoscope UNEJ |
Diantara
beberapa bangunan tersebut yang fenomenal adalah pembuatan Jembatan Mas Trip yang
menghubungkan kampus Tegal Boto dengan jalan P.B. Soedirman (dulu jalan
Mochammad Sroedji). Pada waktu itu untuk menghubungkan antara Tegal Boto dan
jalan Mochammad Sroedji hanya ada satu jembatan yaitu melalui Gladak Kembar,
bagi mahasiswa Unita yang tinggal di Tegal Boto harus menyebrang sungai
Bedadung jika kondisi air bersahabat atau harus lewat Gladak Kembar dengan
konsekuensi jaraknya akan lebih jauh, karena semua kegiatan kuliah berada di
jalan Mochammad Sroedji. Walaupun mengalami penundaan pembangunan akhirnya
Jembatan tersebut terbentuk, tentu ini memberikan kemudahan dalam hal akses
menuju universitas.
![]() |
Gedung R. Soedjarwo |
0 comments:
Posting Komentar