Pages

Subscribe:

Senin, 19 Mei 2014

Aku Belajar Darinya

contoh hape pertamaku
(gambar ngambil dari mesin pencari)
          “ Yan, ini bawa hp bapak, biar emak lu bisa ngehubungin lu di sono” (Yan, bawa hp bapak supaya ibumu bisa berkomunikasi ketika mu di sana) sambil menyodorkan handphone (hp) Smart berwana hitam tanpa kaca pelindung lcd.

          “Ya udah, hati-hati lu di sono ya. Pokoknya jangan nakal di tempat orang” (ya sudah, hati-hati di sana. Yang terpenting jangan nakal di tempat orang) lanjutnya.

Momen ini adalah detik-detik terakhir sebelum aku berangkat ke negeri antah brantah untuk menuntut ilmu ke negeri tembakau (Jember). Perlu diketahui juga momen tersebut  merupakan detik-detik pertamaku memiliki alat kumunikasi secara pribadi.

          Handphone pertamaku tidak keren apalagi canggih, bayangkan saja ketika hidup layarnya berwarna orange, tidak bisa diisi lagu, tidak bisa ditambah game, dan tidak bisa untuk berfoto ria. Namun hp sakti madraguna, pasalnya sudah lebih dari sepuluh kali terjatuh hingga kaca pelindung lcd-nya pecah, dua kali berenang di sayur soup yang masih panas dan dua kali juga berenang di dalam segelas kopi. Setelah mengalami beberapa siksaan hp tersebut tetap mampu berfungsi sebagaiman mestinya walau tanpa kaca pelindung lcd.

          “Allah tidak akan menyianyiakan bagi hamba-Nya yang menuntut ilmu”, kata-kata itulah yang menjadi penguat aku untuk menuntut ilmu, terlebih ini adalah hal pertamaku menuntut ilmu sangat jauh dari kampung halaman dan dengan saku seadanya.

          Ada suatu kejadian dimana aku memengenal kebesaran Tuhan dengan perantara hp tersebut. Kisah tersebut berawal dari pertukaran hp dengan sahabatku bernama Machy. Barang yang ditukar adalah hp smart-ku dengan hp Telkomsel dual simcard qwerty yang  jauh lebih maju. Motif pertukaran ini adalah karena temanku kasihan melihat hp yang aku miliki, karena dia khawatir membuat aku tersinggung akhirnya ijab sahabatku dari pertukaran tersebut adalah bahwa hp smartku digunakan sebagai modem untuk laptopnya. Tidak ingin menyakiti niat baiknya akupun menyetujui pertukaran hp beserta nomernya.

contoh hape yang ditukar Machy.
          Sangat senang dan bangga sekali aku memiliki hape yang lebih keren pada saat itu, karena hp dual simcard dengan tombol qwerty merupakan hape yang banyak digunakan anak muda pada saat itu, dengan kemampuan bisa internetan, mendengarkan musik, layarnya full color dan memiliki kamera.

          Namun Kebahagiaan tersebut hanya berlangsung kurang dari tiga minggu, kecelakaan tunggal tertulis dalam kisah sejarah hidupku. Aku menabrak sebuah pembatas jembatan hingga pembatas jalan tersebut pecah dan aku terbanting dari sepeda motor. Kecelakaan tersebut mengakibatkan tubuhku terdapat lecet di beberapa bagian namun yang lebih menderita adalah sepeda motor yang aku kendarai. Dia tidak dapat berjalan lagi akibat roda depan melengkung yang membetuk seperti huruf L ditambah stirnya bengkok.

          Kemudian aku merogoh ke kantong celanaku mengambil hape untuk menghubungi teman-temanku meminta bantuan. Betapa shoknya aku melihat hp telkomselku sudah membentuk huruf U dengan layar yang pecah. Dapat dikatakan dia sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

          Setelah kejadian tersebut hidupku sudah tidak ada semangat lagi pandanganku kosong. Dalam pikiranku yang terbesit adalah bagaimana caranya untuk mengganti semua kerusakan yang telah aku perbuat. Aku mencoba menghitung berapa besar biaya yang harus aku keluarkan kemudian mncul nominal sekitar Rp 500.000. Mungkin bagi sebagian orang itu bukanlah nominal yang besar, namun bagiku itu adalah nominal luar biasa. Hal tersebut aku lakukan karena orang tuaku tidak bisa mengirimi uang seperti teman-teman kuliahku lainnya. Ayahku yang bekerja sebagai tukang bangunan dimana dia harus memenuhi kebutuhan ibu dan ke empat adikku itupun kami masih kekurangan. Untuk kebutuhan sehari-hariku di kampus  saja aku harus berjualan kripik itupun belum termasuk biaya kuliah.

          Berita kecelakaan dan kerusakan tersebut terdengar sampai ke telinga Machy, hingga suatu hari dia menemui aku sambil menyodorkan hp smartku yang sudah menginap di rumahnya kurang lebih satu bulan.

“Ini hp mu ambil lagi aja Yan, lagipula hp-mu gak pernah aku hidupkan apalagi aku pakai” Seru Machy.

Aku sempat beberapa kali menolaknya, karena aku merasa tidak enak dengannya. Aku sudah merusak hp-nya sekarang dia mengembalikan hp-ku tanpa harus mengganti apapun. Sungguh baik sahabatku yang satu ini. Dalam hati aku berdoa semoga sahabatku ini diberi kebaikan yang berlimpah oleh Allah SWT.

*****

          Enam minggu kemudian. Setelah menyelesaikan ujian semester aku dan masuk yang dikenal dengan minggu tenang, dimana sudah tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar di kampus. Minggu dimana mahasiswa jantungnya berdebar menunggu hasil kuliahnya selama satu semester. Kesempatan ini aku jadikan sebagai waktu untuk bermain ke rumah guru SMA sekaligus refreshing selama satu minggu.

          Baru satu hari di sana, aku mendapatkan sms dari Kepala Bagian Kemahasiswaan bahwa aku mendapatkan beasiswa dan segera mengurusi persyaratan untuk pencairan dana dan batas waktu pencairan dua hari lagi. Dengan segera aku mengurusi persyaratan tersebut walaupun mengalami berbagai permasalahan terutama masalah administrasi akhirnya aku dapat mencairkan dana beasiswa tersebut tepat di hari terakhir.

          Berasal dari uang beasiswalah aku dapat mengganti hutang-hutang akibat kecelakaan dan dapat membayar keuangan semester. Kemudian aku berpikir dari mana Kepala Bagian Kemahasiswaan dapat mengetahui nomer hp smartku. Lama aku berpikir dan baru ingat bahwa empat bulan yang lalu aku pernah mengisi formulir beasiswa dimana aku mencantumkan nomer hp smart di formulir tesebut.

          Subhanallah……… aku baru saja masuk dalam rencana Tuhan yang tidak pernah aku sadari. Seandainya saja kecelakaan itu tidak terjadi maka aku masih menggunakan hp telkomsel, dan mengakibatkan aku tidak pernah tahu apakah aku dapat beasiswa atau tidak, karena informasi tersebut dikirim melalui sms ke nomer-nomer yang tercantum di formulir.


          Ini kisah hape pertamaku, kini dia sudah betul-betul rusak dan tidak tahu dimana keberadaannya. Hp pertamaku memberikan kesan yang indah dalam kisah perjalanan hidupku.


Senin, 12 Mei 2014

Review Novel Sang Pariot: Cinta dan Cita

gambar ini diambil dari http://apikecil.wordpress.com


di timur matahari…. Mulai bercahaya….
Bangun dan berdiri, kawan semua….
Marilah mengatur barisan kita….
Seluruh pemuda Indonesia…

Lantunan lagu Di Timur Matahari yang teriring menghantarkan kepergian sang Patriot bangsa menuju alam yang baru. Sang Patriot meninggalkan tangis, meninggalkan keluarga, meninggalkan perajuritnya, dan meninggalkan bangsanya. Namun nama dan semangatnya akan hidup untuk selamanya untuk Jember dan untuk Indonesa yang merdeka. Sang Patriot tersebut adalah Mochammad Sroedji namanya terukir dalam sejarah dan hati rakyat Jember.

Kisahnya diabadikan dalam sebuah Novel berjudul SANG PATRIOT yang ditulis oleh Irma Devita, tidak lain adalah cucu dari Mochammad Sroedji. Sebuah novel yang didasarkan atas sejarah sesungguhnya dan menjadikan ini sebagai kisah sejarah mengenai kehidupan Sroedji yang lengkap dengan penyajian dalam bentuk sastra.

Novel yang dapat mengalirkan air mata dan menggetarkan hati bagi para pembacanya. Sebuah kisah dengan penuh romantisme dan aksi heroik. Ketulusan cinta Rukmini terhadap Sroedji bagaikan kisah Rama dan  Sinta dalam epik Ramayana, dimana Cinta datang untuk menguatkan satu sama lain dan tetap tegar walau harus berkorban jiwa maupun raga mungkin ungkapan tersebut yang cocok kisah cinta mereka atau bagaikan  kisah cinta fenomenal Habibi dan Ainun. Cinta mereka kini terbatas oleh batu nisan yang menandai tertidurnya sesosok patriot yang memberikan kehidupan menjadi lebih berwarna.

                                                    *****
Kisah Seorang anak keturunan dari pulau garam (Madura) tepatnya di bangkalan pada tanggal 1 Februari 1915 dari pernikahan Hasan dan Amni.  Sroedji menikah dengan Rukmini seorang keturunan ningrat anak dari pasangan Tajib Nistisamito dan Maryam yang juga berasal dari Pulau Madura tepatnya di Sampang. Pernikahan yang melalui proses perjodohan tersebut dimana mereka tidak mengenal satu sama lain, yang ada hanyalah pertemuan singkat yang terjadi di pasar Malang. Kehidupan keluarga mereka dipenuhi dengan cinta setiap harinya sehingga semuanya berjalan harmonis. Mereka dikarunia empat orang anak  yang diberi nama Sucahyo (Cuk) dan Supomo (Pom), Tuti dan Puji.

Ketika Jepang berubah menjadi Negara yang maju dan diimbangi dengan militer yang kuat, dengan semangat Hakko Ichiu kekaisaran Jepang ingin menguasai seluruh Asia bahkan seluruh dunia termasuk Indonesia. Selain tempatnya yang strategis sebagai pertahanan dalam perang pasifik, Jepang juga menginginkan sumber daya alamnya terutama yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kebutuhan industri. Namun pada waktu itu Indonesia masih dikuasai oleh Belanda sehingga untuk mendapatkan semuanya itu Jepang harus mengusir bangsa Eropa tersebut yang singgah lebih dulu.

Pada tahun 1942 terjadi perpindahkuasaan atas Indonesia dari pemerintah Belanda ke tangan Jepang. Namun pada akhir 1942 sekutu (termasu di dalamnya Belanda) menyerang balik Jepang di berbagai daerah jajahanya, mengakibatkan Jepang membutuhkan banyak personel untuk menangkal serangan tersebut yaitu dengan cara memanfaatkan Negara jajahannya untuk direkuit menjadi militer untuk di taruh di garis depan termasuk Indonesia. Adapun lembaga yang didirikan untuk merekrut rakyat Indonesia untuk masuk dalam militer adalah Jawa Hokokai, Sinendan, Heiho, Fujinkai, Jibakutai dan PETA.

Berita pengrekrutan itu sampai di telinga Sroedji melalui surat kabar Djawa Baroe. Pengrekrutan Pembela Tanah Air (PETA), tentu ini menjadi angin segar yang tertiup ke arahnya, sebuah  untuk menjadi seorang tentara sepertinya sudah ada di depan mata, keinginannya untuk membela tanah air tentu menjadi motivasi utamanya. Bukan hal yang mudah untuk menjadi anggota PETA terlebih Sroedji sudah memiliki istri dan dua orang anak pada waktu itu. Kemudian Sroedji mendiskusikannya dengan Rukmini mengenai keinginannya untuk menjadi tentara PETA hingga akhirnya Rukmini mengizinkan suaminya pergi ke Bogor untuk ikut pendidikan PETA.

Inilah awal kisah cinta mereka diuji, ketika Rukmini harus mengikhlaskan suaminya memadu cinta antara cintanya terhadap keluarga dengan cintanya terhadap negaranya. Butuh hati yang berjiwa besar untuk dapat melakukan seperti dilakukan Rukmini, menjadi tentara tentu sangatlah dekat dengan peperangan apalgi peperangan pada zaman tersebut merupakan hal yang lumrah, semakin dekat dengan peperang berarti semakin dekat pula dengan kehilangan. Namun Rukmini sadar bahwa apa yang dilakukan oleh suaminya adalah sebuah perjuangan untuk negaranya dan anak cucunya nanti. Program pendidikan PETA telah dilalui Sroedji dan dia mendapatkan pangkat sebagai Chuudanchoo yang di tempatkan di Jember sekaligus merekrut rakyat Jember untuk menjadi tentara PETA.

Pada tahun 1945 posisi Jepang dalam perang pasifik semakin terdesak, dan puncaknya adalah setelah Sekutu berhasil menjatuhkan Bom Atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 8 Agustus 1945, kemudian diikuti dengan perjanjian menyerahnya Jepan terhadap Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Kekalahan Jepang juga berpengaruh terhadap Negara-negara jajahannya termasuk Indonesia bahkan lembaga-lembaga Jepang yang ada di Indonesia dibubarkan termasuk PETA.

Melihat keadaan tersebut Ir. Soekarno memiliki inisiatif untuk membentuk tentara militer untuk Negara yang baru memproklamirkan kemerdekaan ini pada tanggal 17 Agustus 945, yaitu dengan merekrut kembali tentara-tentara yang pernah dibentuk pada zaman Jepang yang diberi nama Badan Keamanan Rakyat selain itu mengganti kepangkatan seperti Daidanchho, Chudanchoo, Shoodanchoo, dan Budanchoo berubah menjadi Kolonel, Mayor, Kapten, Letnan satu dan Letnan dua. Pada tanggal 5 Oktober 1945 BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dimana Sroedji menjabat sebagai Komandan Bantalion Sroedji Resimen IV/TKR Divisi VII Untung Surapati.

Kekalahan Jepang mengakibatkan kembalinya Belanda ke tanah air Indonesia. Berbeda dari periode sebelumnya, pada masa ini rakyat Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan negaranya, hal inilah yang menjadi pemompa semngat rakyat Indoensia untuk mempertahankan kemerdekaannya, yang terjadi adalah banyak peperangan yang terjadi di Indonesia. Hal ini juga mengakibatkan Sroedji sering meninggalkan keluarganya dalam jangaka waktu yang lama untuk tanah airnya.

Di sisi lain Rukmini juga berjuang untuk menjadi seorang ibu sekaligus sebagai ayah yang kini telah memiliki tiga orang anak. Kondisi perang mengakibatkan perekonomian semakin memburuk yang barakibat terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitarnya, tentu hal ini menjadi ancaman bagi seorang ibu nikah muda yang ditinggal suaminya, bahkan pernah rumahnya distroni oleh maling dengan jumlah yang besar. Dalam doa dan kekhawatiranya dia selalu ada nama suaminya yang sedang berjuang.

Rasa rindu itu tidak hanya dirasakan Rukmini, keriduan yang besarpun dirasakan Sroedji, sesekali diapun pulang ke rumahnya untuk melihat keluarganya sekaligus mengobati rasa rindunya yang mendalam. Ketika betemu perasaan bahagiapun menyelimuti dunia mereka, namun sroedji adalah prajurit yang professional dimana dia rela mengorbankan kepentingan pribadi dan mengutamakan pasukan yang dikomandoinya.

Kontribusi Sroedji dalam perang terhadap KNIL memberikan kekhawtiran bagi sekutu, seperti keberhasilannya menahan gempuran KNIL pada saat pertempuran Surabaya pada bulan November 1945, dimana Sroedji berhasil menghalangi mereka untuk masuk ke wilayah selatan Surabaya sehingga KNIL tidak dapa masuk ke daerah-daerah seperti Lumajang, Klakah, Jember dan lain sebagainya. Selain itu geriliyawannya berhasil membuat risau tentera-terna KNIL. Karena geram, KNIL memiliki rencana licik untuk menculik keluraga-keluarga para pejuang.

Kemudian Sroedji memerintahkan pasukannya untuk menjemput Rukmini dan mengajaknya hijrah ke Kediri, hal tersebut dikarenakan kekhawatiran Jember telah dikuasai Belanda, khawatir mereka akan diculik dan dijadikan tahanan. Pada awalnya Rukmini meragukan akan melaksanakan perintah tersebut terlebih Rukmini dalam kondisi hamil ditambah dia membawa ketiga anaknya yang masih kecil. Namun pada akhirnya Rukmini menyadari bahwa hal tersebut dilakukan atas pertimbangan yang matang oleh suaminya. Membawa bekal secukupnya dan perhiasanya Rukmini menyusuri hutan belantara berjalan kaki dari Jember ke Kediri dalam kondisi hamil. 

Perpisahan itu semakin dekat, ketika perjanjian Renvile yang mengakibatkan wilayah Indonesia semakin sempit dan hanya meliputi Jawa Tengah bahkan semarangpun dikuasai oleh Belanda. Ketika Jenderal Besar Soedirman menginstruksikan seluruh anggota TNI untuk menyusup diam-diam melewati garis van mook (garis yang perbatasan antara Negara Republik Indonesia dengan Negara-negara boneka buatan Belanda). Jika TNI berhasil masuk maka akan dilakukan serangan kejutan dari dalam wilayah Belanda sendiri yang dikenal dengan wingite action. Strategi wingate mengubah kesatuan-kesatuan untuk membentuk pertahanan linier. Di setiap distrik militer dibentuk pemerintahan geriliya, dengan sistem whekreise membentuk kantung-kantung geriliya yang berpusat di daerah pegunungan.

Sroedji diperintahkan untuk melakukan wingite action, menyusup ke Besuki dengan menghadapi front Malang, Lumajang, Klakah, Jember sampai Banyuwangi. Bersama pasukan dan keluarga pasukannya yang ikut dalam perjalanan ini (namun Rukmini tidak ikut dalam misi tersebut) menelusuri kerasnya hutan bahkan Gunung Semeru yang sering menyemburkan lahar dingin menjadi tantangan bagi mereka.  Siang mereka melakukan pergerakan sedangkan malam dijadikan waktu istirahat atau penyerangan terhadap Belanda. Sering juga terjadi serangan mendadak dari Belanda akibat Somad sang penghianat yang ikut dalam perjalanan tersebut, sehingga Belanda dapat mengetahui posisi Sroedji dan pasukannya.

Setelah menempuh jarak sejauh lima ratus kilometer dalam jangka waktu 51 hari akhirnya wingite action selesai sudah. Namun hal tersebut menjadi misi terakhir yang berhasil diselesaikannya, karena penghiatan Somad yang membocorkan informasi adanya pertemuan di Karang kedawung kepada pihak Belanda. Dengan ratusan prajurit, Belanda mengepung tempat pertemuan mereka.

Karang Kedawung banjir darah dan air mata menyusul kepergian seorang pemipin yang mereka segani, bijak, ramah dan penuh semangat juang kini meninggalkan bumi pertiwi dari letusan senapan pasukan Belanda. Kegeraman Belanda terhadap Sroedji tidak hanya terbatas samapai disana, ketika diketahui Sroedji telah tewas mayatnya tidak langsung dimakamkan melainkan disiksa beberapa organ tubuhnya dimutilasi kemudian mayatnya harus merasakan teriknya matahari dan dinginnya malam yang di tempatkan di pelataran Hotel Djember.

Sebulan kemudian berita kematian Sroedji baru diketahui oleh Rukmini. Betapa hancurnya hati Rukmini mendengar berita tersebut. Sekarang yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan indah yang pernah mereka lalui bersama.

suamiku… istirahatlah kau di sana. Aku selalu mencintaimu. Aku janji, akan membesarkan anak-anak kita. Mereka akan menjadi orang-orang hebat sepertimu, pak. Tunggu aku di pintu surga kelak, pak”. ungkap Rukmini ketika di pemakaman suaminya.



Selasa, 18 Juni 2013

TSC Untuk Pelajar



telkomsel jember
Telkomsel School Community (TSC) Merupakan program dari telkomsel sebagai wadah komunitas dari pelanggan Telkomsel di komunitas pelajar yang dibentuk untuk memberikan benefits lebih bagi para anggota komunitas, lewat diskon tarif dan kegiatan-kegiatan yang menghibur sekaligus mendidik. Kesan pertamaku bersama TSC adalah bersama Lomba Blog Universitas Jember sebuah batu loncatan baru bagi seorang bloger awam untuk bersaing dengan para bloger handal. Penasaran dengan TSC itu sendiri akhirnya saya mencari-cari dim bah google mengenai TSC, walaupun tidak banyak semoga bermanfaat khususnya bagi para pelajar yang senantiasa selalu menggunakan Telkomsel.


        Dari pengertiannya sendiri ternyata itu adalah sebuah komunitas telkomsel di kalangan pelajar, terus apa bagusnya untuk para pelajar?

Itu adalah pertanyaan dalam si otak kepala ini mengenai TSC, ternyata eh tenyata banyak sekali keuntungan yang didapatkan dari program tersebut yang pastinya keren dan bakan mengerenkan kalian (membuat kalian jadi lebih keren) diantaranya adalah:

  1.  Spesial tariff GPRS Rp 1/Kb, melalui APN Internet;
  2. Diskon 50% paket data Flash berbasis volume dari harga Rp. 20.000 menjadi Rp. 10.000 senilai 35 MB, Paket berlaku selama 30 hari dengan menggunakan APN internet.
Sesuai sekali dengan kantong-kantong para pelajar apalagi tahu sendiri kalau Telkomsel ini rajanya sinyal  sampai ke pelosok-pelosok negeri. Ternyata TSC juga memberikan hadiah-hadiah menarik seperti:

  1. Outbound ke Bali;
  2.  Nonton Konser Ekslusif Band Kesukaanmu;
  3.  Nonton Bareng &Temu Artis Idolamu;
  4.  Beasiswa ke luar negeri;
  5. dan masih banyak kegiatan seru lainnya.

Kalau ingin gabung ini caranya:

Untuk gabung, harus mengetahui terlebih dahulu SCHOOL ID pada Sekolah masing-masing
  1. Caranya, ketik SEKOLAH <spasi> SCHOOL ID, kirim SMS ke 4545 (gratis). Contoh : SEKOLAH <spasi>123456789, kirim SMS ke 4545: 
  2.  Atau kirim e-mail berisi data diri dan sekolah kamu, kirim ke tsc@telkomsel.co.id.



Nb: info lebih lanjut bisa ke

Minggu, 16 Juni 2013

Lomba Blog Universitas Jember Jadi Ajang Duel Panas Dunia Maya



Lomba Blog Universitas Jember  Jadi Ajang Duel Panas Dunia Maya


        Lomba blog Universitas Jember yang diselenggarakan oleh HIMASIF PSSI Universitas Jember sudah semakin dekat untuk penentuan siapa pemenangnya. Rasanya seperti Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pasca Perang Dunia 2. Saling pantau, saling mengatur strategi, saling memata-matai dan sbagainya untuk dapat mengalahkan musuh. Setiap buka internet langsung tancap mantra “Lomba Blog Universitas Jember” sambil komat-kamit “naik, naik, naik, naik” (maksudnya naik posisi di halaman pertama waktu mbah google nyari mantra tersebut).
        Mbah google terkadang baik hati namun sering mengecewakan, naik turun terus posisi blogku, malah terkadang lebih sering turun. Mungkin kurang menyan dan mandi kembang tujuh rupa untuk menaikkan posisi. Tapi kalo dipikir-pikir google mana bisa disantet, andai saja google bisa disantet pasti dukun level internasional sudah pasti menjadi tujuan utama agar bisa memenangkan lomba, akhirnya terpaksa jurus ampuh dikeluarkan yaitu DO’a orang tua.
        Maaf tadi agi ngawur soalnya gak naik-naik blognya. Menang kalah itu sudah menjadi hal biasa, menang dapat hadiah kalah dapat pengalaman yang luar biasa bagaiman bersaing dengan para bloger-bloger handal selama kurang lebih satu bulan. Bukan berarti pasrah namun tetap berusaha selama perang belum usai.


        SEO adalah salah satu kriteria penilaian dewan hakim (dewan Juri maksudnya) sekaligus penilaian yang paling mudah diamati oleh peserta-peserta lainnya yang berasal dari Universitas Jember tanpa harus menunggu dewan juri menilai. Pada hari-hari sebelumnya ada beberapa peserta yang menempati halaman pertama, perubahannyapun dalam satu hari tidak begitu terlihat.
lomba blog universitas jember
pencahrian melalui web browser Opera
        Persaingan dalam kompetisi ini sangatlah sehat dimana kita harus mencari strategi bagaimana caranya agar dapat merayu mbah google untuk menempatkan tulisan atau blog kita di posisi teratas miniman masuk dalam top 10. Adapaun berbagai cara yang dilakukan oleh para peserta diantaranya mengeshare di akun-akun social, menggunakan trik-trik agar mengena ke kata kunci, tukar link, masuk ke blog lain sekaligus meninggalkan jejak alamat blog, dan lain sebagainya.
lomba blog universitas jember
pencaharian melalui web browser intrernet Explorer
          Semakin dekat dengan waktu penilaian pemenang, jangankan dalam satu hari dalam hitungan jam posisi selalu berubah-ubah, yang biasanya selalu berada di posisi pertama mulai tergeser oleh peringkat yang ada dibawahnya satu tingkat ataupun sangat jauh pada waktu sebelumnya. bahkan setiap web browser seperti google chrome, mozila firefox, opera dan lain sebagainya memberikan hasil yang berbeda-beda Kata Mas Oby itu yang dinamakan google dance. Jadi memang posisinya akan terus berubah namun dalam satu hari biasanya posisinya mulai stabil.
lomba blog universitas jember
pencaharian melalui web browser Google Chrome
        Rasanya tida sabar menunggu tanggal 25 Juni 2013 yang dijadikan sebagai tanggal sakral bagi para kontestan, karena pada tanggal tersebutlah diambil 10 besar dari sekian ratus peserta untuk mempresentasikan blog mereka masing-masing. Sekaligus diketahuinya juara 1, 2, 3 oleh dewan juri yang dipilih oleh HIMASIF dan Juara Favorit yang dipilih oleh sponsor utama TELKOMSEL.

Rabu, 12 Juni 2013

Sejarah Unej : Habis Gelap Terbitlah Terang

Sejarah Unej
suasana peresmian gedung fakultas sastra 1976
 (foto diambil dari buku DPRD Dalam Perkembangan Kabupaten Jember buku II)
Ungkapan kata-kata tersebut sepertinya tidak asing di telingan siapapun, sebuah buku yang diterbitkan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia R.A. Kartini, sebagai ucapan terimakasih kepada beliau setiap tanggal 21 April dirayakan sebagai hari kartini yang tidak lain adalah hari kelahirannya. Perlu diperhatikan tulisan ini tidak menceritakan tentang Kartini ataupun sejarahnya, saya menghubungkan istilah Habis Gelap Terbitlah Terang merujuk kepada Tegal Boto.
             Apa hubungannya Tegal Boto dengan istilah tersebut?
            Kali ini dan lagi-lagi saya akan membahas masalah sejarah Universitas Jember, sebelum dijadikan sebagai masterplan plan kawasan kampus, Tegal Boto merupakan suatu hunian yang rawan diantaranya adalah masalah penyamunan. Saya kira bukanlah hal yang mustahil sebab kawasan Tegal Boto bagaikan pulau yang terisolasi dan gelap pada waktu itu. Diapit oleh dua sungai besar yaitu sungai Bedadung dan sungai Antirogo yang ketika hujan besar tentu tidak dapat dilewati.
            Bagaikan kota mati jika hujan terus-menerus, hal tersebutlah yang mendorong masyarakat Tegal Boto melakukan berbagai cara agar daerah mereka tetap terhubung dalam kondisi apapun diantaranya dengan membuat getek (perahu kecil) dan membangun beberapa jembatan sederhana yang terbuat dari bambu (geladak sesak). Jika dibayangkan betapa terpencilnya Tegal Boto pada waktu itu, padahal jika dipikirkan jarak antara Tegal Boto dengan pusat pemerintahan (alun-alun) tidak terlalu jauh namun kondisinya sangat memperihatinkan, aksestabilitaslah yang menjadi faktor utama dalam tragedi ini.
            Kawasan Tegal Boto mulai terasa seperti hidup ketika daerah tersebut ditetapkan sebagai kawasan kampus sejak zaman Bupati Soedjarwo (Bupati Botol Kosong), yang kemudian didukung oleh Pemda Kabupaten Jember yang menjadi daerah isolasi tersebut menjadi pusat pendidikan dan sebagai kota Satelit kedua bagi wilayah Jember seperti yang terdapat dalam Master Plan Kabupaten Jember.
            Mulailah pembangunan akses masuk dibuat seperti pembangunan jembatan Soedjarwo oleh CV Dayat kemudian dilanjutkan pembangunan jembatan semanggi oleh Pemkab Jember.  Dari pihak universitas yang dimotori oleh Soetardjo untuk meminta bantuan dana dari pemerintah pusat dan berhasil sehingga didirikanlah beberapa bangunan perkuliahan dalam satu lokasi seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (1972), Fakultas Sastra (1976), gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) (1976), Sport Hall, Perpustakaan, Masjid dan lain sebagainya.
            Mulai saat itulah daerah yang “gelap” berubah menjadi “terang”, daerah yang sebelumnya tempat penyamun kini menjadi daerah pendidikan, daerah yang dulunya sepi kini menjadi daerah yang ramai pengunjungnnya. Daerah terisolasi kini menjadi daerah yang terbuka. Salah satu faktornya tidak lain adalah karena adanya UniversitasJember.

“Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan – angan muda mati, kadang – kadang timbullah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.” (R.A. Kartini)